Sosial, Blits News – Ma’had Al-Islamiyah Nurul Islam, yang berlokasi di Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, menggelar kegiatan bagi-bagi takjil pada Jumat, 21 Maret 2025. Kegiatan ini berlangsung di Jl. Raya Dasuk-Manding, tepatnya di sebelah selatan Pasar Jabaan, yang merupakan kawasan ramai dilalui warga menjelang waktu berbuka puasa.
Takjil yang dibagikan berupa kue, minuman, dan paket nasi siap saji, yang diperuntukkan bagi para pengguna jalan, pedagang, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Ma’had Al-Islamiyah Nurul Islam, mulai dari Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Selain itu, para dewan asatidz dari masing-masing jenjang pendidikan juga turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Salah satu dewan astatidz Ma’had Al-Islamiyah Nurul Islam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran bagi para siswa untuk menanamkan nilai-nilai sosial, kepedulian, serta semangat berbagi kepada sesama, terutama di bulan suci Ramadan. “Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa berbagi adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain itu, ini juga melatih mereka untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujarnya.
Salah satu siswa yang ikut serta dalam kegiatan ini, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam aksi berbagi takjil. “Rasanya senang bisa membantu dan melihat orang-orang tersenyum saat menerima takjil. Semoga ini menjadi amal baik bagi kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, warga yang menerima takjil menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi inisiatif dari Ma’had Al-Islamiyah Nurul Islam. “Ini sangat membantu kami yang sedang dalam perjalanan dan belum sempat membeli makanan untuk berbuka. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi semuanya,” kata seorang pengendara yang menerima takjil.
Dengan adanya kegiatan ini, Ma’had Al-Islamiyah Nurul Islam berharap agar semangat berbagi terus tumbuh di kalangan siswa dan masyarakat, serta menjadi bagian dari budaya kepedulian sosial yang berkelanjutan, tidak hanya di bulan Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.


No comments yet.