Politik, Blits News_Pada Sabtu malam, 15 Juni 2024, HI Hotel Senen di Jakarta Pusat menjadi saksi bisu perhelatan deklarasi penolakan proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Nusantara. Dengan tema “Pertahankan Jakarta sebagai Ibukota Negara,” acara ini dihadiri oleh sejumlah advokat, ulama, dan tokoh nasional yang mengemukakan argumen mereka dengan tegas dan lantang.
Sejak pukul 19.30 WIB, suasana ruang Gedung Hotel Senen telah dipadati oleh berbagai tokoh masyarakat, advokat, ulama, dan aktivis. Mereka bersatu menyuarakan penolakan atas proyek ambisius yang dianggap belum siap dan berpotensi membebani rakyat. Alasan utama penolakan ini adalah ketidakjelasan status Jakarta, ketidakpastian mekanisme pembiayaan, serta ketidakjelasan progres proyek IKN.

“Proyek ini tidak layak dan harus dibatalkan,” ujar advokat Ahmad Khozinudin dengan penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa ketidakjelasan masa depan IKN bisa membuat Indonesia kehilangan status ibukota negara.
Azam Khan, Sekjen TPUA, salah satu penandatangan deklarasi dan juga seorang advokat, mengungkapkan kekhawatirannya. “Pemerintah terburu-buru dan tidak siap memindahkan ibukota negara,” katanya. Azam juga menekankan bahwa ketidakjelasan mekanisme pembiayaan dan masalah di lapangan, seperti pembebasan lahan, bisa berdampak negatif pada masyarakat. “Kami tidak ingin proyek ini dijalankan secara otoriter dan merampas tanah rakyat,” tegasnya.
Deklarasi ini ditandatangani oleh 286 tokoh penting, termasuk advokat Ahmad Khozinudin, Eggi Sudjana, Refly Harun, Eddy Mulyadi, dan sejumlah tokoh nasional lainnya. Mereka menuntut agar pemerintah membatalkan proyek IKN dan mempertahankan Jakarta sebagai ibukota negara. Para deklarator juga menyerukan agar pemerintah fokus menyelesaikan masalah di Jakarta serta berbagai daerah lain yang membutuhkan perhatian.
Menurut para tokoh, mundurnya Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN menjadi bukti nyata ketidakstabilan proyek tersebut. Mereka percaya bahwa masa depan ibu kota negara harus dijaga dengan mempertahankan Jakarta.
(Kont. Jakarta)
No comments yet.