Categories
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Kaukus Intelektual NU Kritik Wacana Pemilihan Ketum Lewat AHWA: Muktamirin Jangan Dibungkam

    Agu 26 202647 Dilihat

    Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) meminta penyelenggara Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memastikan proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berlangsung demokratis, independen, dan imparsial.

    Ketua Umum Kaukus Intelektual NU, Abd. Aziz, menilai sistem pemilihan yang membatasi hak Muktamirin untuk mengusulkan nama sekaligus memilih calon Ketua Umum PBNU berpotensi menimbulkan persoalan legitimasi kepemimpinan.

    Menurut Aziz, terdapat tiga skenario yang berkembang dalam sistem pemilihan Ketua Umum PBNU. Pertama, Muktamirin tidak diperbolehkan mengusulkan bakal calon dan pemilihan sepenuhnya dilakukan oleh sembilan orang yang tergabung dalam Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

    Kedua, Muktamirin diperbolehkan mengusulkan bakal calon, tetapi keputusan pemilihan tetap berada di tangan AHWA. Ketiga, Muktamirin diberikan hak penuh untuk mengusulkan bakal calon sekaligus memilih Ketua Umum PBNU.

    Dari ketiga skenario tersebut, Aziz menyebut muncul informasi bahwa sistem yang akan digunakan berpotensi mengarah pada skenario pertama atau kedua.

    “Jika benar skenario pertama atau kedua yang diterapkan, niat untuk menghasilkan pemimpin NU yang legitimate dan memiliki legitimasi kuat akan sulit tercapai,” kata Aziz dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

    Hak Muktamirin Dipertanyakan
    Aziz mempertanyakan urgensi kehadiran para Muktamirin apabila mereka yang memiliki hak bicara dan hak suara justru tidak diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan menentukan pemimpin organisasi.

    Menurut dia, Muktamirin telah datang ke Tambakberas dengan meninggalkan keluarga dan aktivitas masing-masing untuk menjalankan mandat organisasi. Karena itu, hak mereka dalam proses pengambilan keputusan strategis semestinya tetap dihormati.

    “Pertanyaan strategisnya, apa urgensinya menghadirkan Muktamirin berbondong-bondong ke Tambakberas jika mereka yang memiliki hak bicara dan hak suara dilarang bersuara dan memilih pemimpinnya sendiri?” ujarnya.

    Aziz berpandangan, pembatasan tersebut justru dapat melahirkan persoalan baru setelah Muktamar selesai. Pemimpin yang terpilih memang dapat dinyatakan sah secara organisatoris, tetapi belum tentu memiliki legitimasi kuat apabila tidak memperoleh kepercayaan dan penerimaan dari struktur serta warga NU.

    Ia membedakan antara legitimasi formal dan legitimasi substantif. Legitimasi formal berkaitan dengan keabsahan berdasarkan aturan organisasi, sedangkan legitimasi substantif berkaitan dengan kepercayaan, penerimaan moral, dan dukungan dari jajaran PBNU, PWNU, PCNU, serta warga Nahdlatul Ulama.

    Muktamar Harus Menjadi Momentum Konsolidasi
    Menurut Aziz, Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 semestinya menjadi momentum konsolidasi setelah dinamika dan ketegangan kepemimpinan PBNU.

    Percepatan Muktamar, kata dia, sebelumnya diharapkan menjadi jalan keluar untuk mengakhiri ketegangan antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Tsaquf dan Rais ‘Aam PBNU Miftachul Akhyar.

    Karena itu, Muktamar Tambakberas dinilai harus menghasilkan kepemimpinan yang tidak hanya sah menurut aturan, tetapi juga mendapatkan penerimaan luas dari struktur organisasi.

    Aziz mengingatkan bahwa sejarah NU mencatat sejumlah episode krisis kepemimpinan yang pernah memerlukan keterlibatan para ulama dan zuama melalui berbagai forum, antara lain Majelis Ploso, Majelis Tebuireng, dan Majelis Lirboyo.

    “Jangan sampai Muktamar yang dimaksudkan sebagai jalan keluar dari kebuntuan justru menghasilkan persoalan legitimasi baru,” katanya.

    Ia menyebut Kaukus Intelektual NU sebelumnya telah mendorong percepatan Muktamar sebagai salah satu jalan untuk mengakhiri kebuntuan kepemimpinan yang dinilai berdampak pada struktur NU di tingkat PWNU dan PCNU.

    Persoalan Politik Uang
    Selain mekanisme pemilihan, Aziz juga menyoroti alasan pencegahan praktik politik uang atau risywah dalam kontestasi kepemimpinan NU.

    Menurutnya, upaya mencegah politik uang merupakan hal yang penting. Namun, pencegahan tersebut tidak semestinya hanya diarahkan kepada Muktamirin.

    “Jika alasan pembatasan hak Muktamirin adalah untuk mencegah risywah, siapa yang menjamin praktik risywah tidak dapat terjadi pada pihak lain?” ujarnya.

    Ia menegaskan, persoalan tersebut seharusnya dijawab melalui mekanisme pengawasan yang transparan dan berkeadilan, bukan dengan menghilangkan hak Muktamirin dalam menentukan pemimpin.

    Aziz juga mengingatkan para Muktamirin agar tidak memilih calon yang terbukti menggunakan politik uang dalam kontestasi.

    Menurut dia, niat baik untuk memimpin NU harus ditempuh dengan cara-cara yang baik pula. Kepemimpinan NU, katanya, seharusnya lahir dari kapasitas, rekam jejak pengabdian, pengalaman organisasi, integritas, serta komitmen terhadap pelayanan umat.

    Penyelenggara Diminta Independen dan Imparsial
    Kaukus Intelektual NU juga meminta panitia penyelenggara Muktamar menjaga independensi dan imparsialitas selama seluruh tahapan Muktamar berlangsung.

    Aziz menjelaskan, independensi berarti penyelenggara tidak memihak kepada calon tertentu. Sementara imparsialitas berarti penyelenggara tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan salah satu kandidat.

    Menurut dia, penyelenggara harus bertindak seperti wasit yang memastikan seluruh peserta mengikuti aturan yang sama.

    “Tidak ada teori organisasi yang membenarkan seorang wasit sekaligus bertindak sebagai pemain,” tegasnya.

    Aziz juga menyinggung informasi mengenai adanya dugaan tindakan sebagian penyelenggara yang mengarahkan Muktamirin sebelum mengikuti Muktamar. Ia meminta informasi tersebut diklarifikasi dan, apabila terbukti, dihentikan karena dapat mencederai independensi penyelenggaraan Muktamar.

    “Jika penyelenggara justru mengarahkan Muktamirin untuk kepentingan tertentu, maka sulit bagi publik untuk melihat Muktamar sebagai forum yang independen dan imparsial,” ujarnya.

    “Muktamirin Berdaulat, Muktamar Bermartabat”
    Atas berbagai persoalan tersebut, Kaukus Intelektual NU menyerukan agar Muktamirin diberikan ruang penuh untuk menjalankan hak organisasi mereka, termasuk mengusulkan bakal calon dan memilih Ketua Umum PBNU.

    Aziz berharap Muktamar ke-35 menghasilkan pemimpin yang mampu diterima secara organisatoris sekaligus memperoleh kepercayaan luas dari warga NU.

    “Muktamirin berdaulat dan Muktamar pun bermartabat,” kata Aziz.

    Ia berharap para peserta Muktamar memilih pemimpin yang memiliki integritas, kapasitas keulamaan dan intelektual, pengalaman organisasi, rekam jejak pengabdian kepada umat, serta komitmen memperkuat moderasi beragama.

    Menurut Aziz, keputusan yang diambil dalam Muktamar akan menentukan arah perjalanan NU selama lima tahun mendatang. Karena itu, seluruh pihak diminta mengutamakan kepentingan jam’iyah dan umat di atas kepentingan kelompok maupun kandidat tertentu.

    “Selamat datang peserta Muktamar NU ke-35 di Tambakberas. Semoga para pejuang NU di akar rumput dapat bersuara sekaligus memilih pemimpin NU yang terbaik,” pungkasnya.

     

    Penulis: Kont. Jakarta

    Editor: A.M. Roz

     

    Share to

    Related News

    Menakar Rais ‘Aam PBNU di Muktamar ke-...

    by Agu 29 2026

    Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27–31 Ag...

    BERITA DUKA

    by Agu 07 2026

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ كُلُّ نَف...

    Inisiatif Ulama NU, IHSAN Jadi Rumah Bes...

    by Apr 13 2026

    Malang, Senin (13/4/2025) — Gagasan besar untuk menyatukan santri dan alumni pesantren dalam satu ...

    MWC NU Dasuk Peringati Hari Santri Nasio...

    by Nov 01 2025

    Sumenep – Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan mewarnai puncak peringatan Hari Santr...

    Indahnya Berbagi di Bulan Ramadan, Ma...

    by Mar 21 2025

    Sosial, Blits News – Ma’had Al-Islamiyah Nurul Islam, yang berlokasi di Desa Dasuk Laok,...

    Sweet Model Sumenep Berbagi Berkah Ramad...

    by Mar 20 2025

    Sosial, Blits News – Dengan semangat peduli dan berbagi di bulan suci Ramadhan, Owner Sweet Mo...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
    Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
    Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
    Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
    Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
    Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
    Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
    Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
    Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
    Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
    Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
    Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
    Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
    Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
    Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
    Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
    Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
    Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
    Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
    Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
    Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
    Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
    Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
    Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
    Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
    Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
    Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
    Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
    Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
    Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam