Advertorial, Blits News_Pada Sabtu malam, 2 November 2024, pukul 20.00 WIB, suasana di LKS Gotong Royong, Kabupaten Sumenep, yang awalnya penuh dengan canda dan kebersamaan, mendadak berubah serius. Acara perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke-755 menarik perhatian khusus dengan kehadiran Azam Khan, seorang advokat vokal yang dikenal lantang menyuarakan berbagai isu hukum di Jakarta. Kehadirannya menjadi sorotan, terlebih saat awak media mendekat untuk meminta tanggapan terkait penangkapan Tom Lembong, mantan menteri di era pemerintahan Jokowi, yang kini terseret dalam kasus dugaan korupsi.
Azam Khan, yang juga merupakan orang dekat Anies Baswedan serta sahabat seperjuangan Tom Lembong dalam tim kampanye Anies-Amin di Pilpres terakhir, tak ragu mengungkapkan keprihatinannya.
Dengan sorotan kamera yang tertuju padanya, ia berbicara dengan nada tegas, “Penangkapan ini harus dibarengi dengan transparansi penuh dari Kejaksaan Agung. Tanpa penjelasan yang rinci dan terbuka, dikhawatirkan masyarakat bisa berasumsi bahwa hukum hanya dijadikan alat politik.” Pernyataan ini menciptakan suasana yang lebih serius di tengah perayaan malam itu, menggambarkan perannya sebagai sosok advokat yang tak segan bersuara dalam isu-isu hukum krusial.
Azam juga menegaskan perlunya Kejaksaan Agung menjelaskan kasus ini secara terang agar publik mendapat gambaran yang jelas. “Pak Prabowo sedang menjalani masa awal pemerintahannya. Jangan sampai ada kesan bahwa penangkapan ini bagian dari upaya politisasi yang bisa mencoreng 100 hari kerja pertama beliau,” tambah Azam, penuh penekanan.
Menariknya, perayaan Hari Jadi Sumenep ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-29 Sweet Model, bisnis yang dirintis Azam sejak 1996. Di hadapan para tamu undangan, ia menyampaikan bahwa usahanya itu merupakan wujud dari kerja keras dan dedikasi yang tak pernah surut—nilai-nilai yang sama yang ia anggap penting untuk ditegakkan dalam sistem hukum. “Sweet Model adalah hasil dari perjalanan panjang, penuh ketekunan dan integritas, seperti halnya kepercayaan saya pada pentingnya transparansi hukum di negeri ini,” ungkap Azam.
Sebagai penutup, dengan nada lantang dan tegas, Azam menambahkan, “Hukum adalah fondasi kita sebagai bangsa. Jangan biarkan hukum dicampuradukkan dengan kepentingan politik.” Pernyataannya menjadi penutup malam itu, membawa suasana yang awalnya riang kembali berubah hangat, dengan harapan akan keadilan yang tetap tegak berdiri di tengah dinamika politik dan hukum di Indonesia.
No comments yet.