Categories
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • KALAM NU Dorong Prinsip “Satu Orang Satu Jabatan” Diterapkan Konsisten di Semua Tingkatan

    Sep 14 202629 Dilihat

    Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU) mendorong penataan ulang sistem rangkap jabatan dalam struktur kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU). Prinsip “satu orang satu jabatan” dinilai penting untuk memperkuat supremasi hukum organisasi, memperluas kaderisasi, sekaligus mencegah terjadinya konsentrasi kewenangan pada figur tertentu.

    Gagasan tersebut disampaikan Abd. Aziz, Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), sekaligus Ketua Umum KALAM NU.

    Menurut Aziz, persoalan rangkap jabatan di lingkungan NU tidak semata-mata berkaitan dengan siapa yang menduduki posisi tertentu. Lebih jauh, persoalan tersebut menyangkut konsistensi penerapan aturan organisasi.

    Ia merujuk BAB XVI Pasal 51 ayat (1) huruf a Anggaran Rumah Tangga (ART) NU, yang mengatur bahwa jabatan pengurus harian NU tidak dapat dirangkap dengan jabatan pengurus harian pada semua tingkat kepengurusan NU.

    Namun, dalam praktiknya, menurut dia, masih terdapat kemungkinan seorang pengurus menduduki posisi kepengurusan pada lebih dari satu tingkatan.

    “Jika sebuah norma memang dimaksudkan sebagai aturan yang mengikat, maka penerapannya tidak boleh bergantung pada siapa yang dikenai aturan tersebut,” demikian substansi pandangan Aziz dalam siaran persnya.

    Ia menilai supremasi hukum organisasi harus menempatkan aturan di atas kepentingan individu, jabatan, kedekatan maupun status sosial. Karena itu, larangan rangkap jabatan dinilai perlu diterapkan secara konsisten dan tidak hanya berlaku pada kelompok atau jenjang tertentu.

    Bukan Sekadar Larangan Administratif

    Aziz menegaskan, gagasan “satu orang satu jabatan” tidak dimaksudkan sekadar sebagai pembatasan administratif terhadap kader NU.

    Menurutnya, kebijakan tersebut justru dapat menjadi instrumen untuk memperluas kesempatan pengabdian, memperkuat regenerasi, dan meningkatkan profesionalitas organisasi.

    Ia menilai NU memiliki basis warga dan kader yang sangat besar. Di sisi lain, terdapat banyak kader dengan latar belakang pendidikan dan profesi yang beragam, mulai dari sarjana, magister, doktor, profesor, ulama, akademisi, advokat, profesional, aktivis, hingga pengusaha.

    Karena itu, fenomena berulangnya figur yang sama pada beberapa tingkatan kepengurusan dinilai dapat menimbulkan pertanyaan mengenai optimalisasi sistem kaderisasi dan distribusi kader di tubuh organisasi.

    “Masalahnya mungkin bukan kekurangan kader, melainkan belum optimalnya sistem kaderisasi dan distribusi kader,” demikian pandangan yang disampaikan Aziz.

    Ia juga mengingatkan bahwa setiap jabatan membawa tugas, kewajiban, tanggung jawab, serta tuntutan waktu. Ketika seorang kader memegang beberapa jabatan sekaligus, konsentrasi dan energi yang tersedia berpotensi terbagi.

    Dalam organisasi sebesar NU, kondisi tersebut dinilai dapat berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan program dan pengambilan keputusan.

    Dorong Aturan Berlaku Simetris

    KALAM NU juga mendorong agar pembatasan rangkap jabatan diterapkan secara berjenjang dan simetris, mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU, PRNU hingga PARNU.

    Aziz menilai tidak ideal apabila larangan rangkap jabatan hanya diterapkan pada tingkat tertentu, sementara pada tingkatan lainnya masih diberikan ruang yang luas untuk merangkap jabatan.

    Menurutnya, konsepsi yang lebih konsisten adalah pengurus harian pada satu tingkat kepengurusan tidak merangkap sebagai pengurus harian pada tingkat kepengurusan NU lainnya.

    Prinsip tersebut dinilai dapat menciptakan garis tanggung jawab yang lebih jelas sekaligus memperkuat mekanisme checks and balances dalam organisasi.

    Sebagai contoh, pengurus harian PWNU idealnya dapat menjalankan fungsi pembinaan dan evaluasi terhadap PCNU tanpa pada saat yang sama menjadi bagian dari pengurus harian PCNU yang berada dalam lingkup evaluasinya.

    Dengan pemisahan tersebut, potensi konflik kepentingan dapat diminimalkan.

    Kader Tetap Bisa Mengabdi di Banyak Ruang

    Meski mendorong pembatasan rangkap jabatan struktural, KALAM NU menilai hal tersebut tidak berarti membatasi ruang pengabdian kader.

    Seorang kader tetap dapat berkiprah sebagai ulama, akademisi, profesional, pengusaha, aktivis sosial maupun praktisi di berbagai bidang.

    Yang perlu dibatasi, menurut Aziz, adalah rangkap jabatan dalam struktur kepengurusan yang membawa mandat, tanggung jawab dan komitmen waktu secara langsung.

    “Satu kader boleh mengabdi di banyak ruang, tetapi satu mandat kepengurusan harus memiliki satu fokus tanggung jawab,” menjadi prinsip yang ditawarkan dalam gagasan tersebut.

    KALAM NU Ajukan Sejumlah Langkah

    Untuk mewujudkan tata kelola tersebut, KALAM NU merekomendasikan sejumlah langkah kepada PBNU.

    Pertama, melakukan audit terhadap rangkap jabatan pengurus NU dari tingkat PBNU hingga ranting.

    Kedua, memperjelas definisi mengenai rangkap jabatan serta menentukan jabatan apa saja yang termasuk dalam kategori tersebut.

    Ketiga, menerapkan larangan rangkap jabatan secara berjenjang dan konsisten dengan memberikan masa transisi bagi pengurus yang saat ini memegang lebih dari satu jabatan.

    Keempat, membuka ruang kaderisasi melalui mekanisme rekrutmen yang transparan dan berbasis kompetensi.

    Kelima, membangun database kader NU untuk memetakan potensi sumber daya manusia sehingga kebutuhan kepengurusan di setiap tingkatan tidak selalu bergantung pada figur yang sama.

    Keenam, memastikan penegakan aturan dilakukan secara objektif tanpa pengecualian berdasarkan senioritas, kedekatan, popularitas maupun posisi sosial.

    Aziz menilai kepemimpinan Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Kiai Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU memiliki momentum untuk membangun babak baru tata kelola organisasi.

    Menurutnya, kebesaran NU tidak cukup diukur dari jumlah warga yang dimiliki. Organisasi juga perlu memastikan potensi kader dapat dikonversi menjadi kekuatan kelembagaan yang terdistribusi, profesional dan berkelanjutan.

    Pada akhirnya, KALAM NU berpandangan bahwa pembatasan rangkap jabatan bukanlah bentuk pembatasan terhadap pengabdian.

    Sebaliknya, kebijakan tersebut dinilai dapat membuka ruang lebih luas bagi kader lain untuk mendapatkan kepercayaan dan menjalankan amanah organisasi.

    “NU yang besar membutuhkan lebih banyak kader yang diberi kepercayaan, bukan lebih banyak jabatan yang dipegang oleh orang yang sama,” demikian inti rekomendasi KALAM NU.

     

    Penulis: Kont. Jakarta

    Editor: A.M. Roz

     

    Share to

    Related News

    Perangi Narkoba dari Akar, Polresta Sume...

    by Sep 02 2026

    Pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Sumenep membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyara...

    Menjelang Muktamar NU 2026, Kiai Afifudd...

    by Mar 27 2026

    Malang, 27 Maret 2026 — Menjelang perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang direncanakan...

    GMPK Kecam KPK, Pengalihan Tahanan Gus Y...

    by Mar 23 2026

    Jakarta, 23 Maret 2026 — Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPP GMPK) mengec...

    Ramadhan 1447 H, Azam Khan Ajak Advokat ...

    by Mar 01 2026

    Jakarta, 1 Maret 2026 – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, advokat Azam Khan menyampaikan ...

    Zamrud Khan Soroti Pentingnya Mengembali...

    by Feb 09 2026

    Zamrud Khan menegaskan pentingnya mengembalikan peran pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi ...

    Muktamar NU ke-35 Menguat, Prof. Nasarud...

    by Jan 06 2026

    Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang direncanakan berlangsung pada 2026, w...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
    Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
    Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
    Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
    Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
    Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
    Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
    Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
    Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
    Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
    Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
    Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
    Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
    Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
    Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
    Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
    Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
    Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
    Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
    Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
    Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
    Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
    Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
    Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
    Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
    Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
    Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
    Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
    Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
    Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam