Categories
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Azam Khan Soroti Polemik Lagu “Bayar Polisi”: Kebebasan Berekspresi di Ujung Tanduk?

    Feb 23 2025123 Dilihat

    Peristiwa, Blits News – Kontroversi mengenai lagu “Bayar Polisi” yang viral di media sosial semakin memanas. Lagu yang dinyanyikan oleh band punk asal Purbalingga, Sukatani, tiba-tiba ditarik dari semua platform pemutar musik, memicu dugaan adanya tekanan dari pihak tertentu. Advokat sekaligus Ketua Umum Kontra’sm dan Sekretaris Jenderal Tim Pembela Umat Adat (TPUA), Azam Khan, menilai bahwa kejadian ini merupakan ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi.

    “Ini bukan sekadar lagu, ini adalah kritik sosial. Jika sebuah karya seni yang menyuarakan keresahan rakyat harus dihapus karena tekanan, maka kita harus bertanya: seberapa bebas kita sebenarnya?” ujar Azam dalam sebuah rekaman yang beredar di publik.

    Kritik yang Berulang: Dari “Hio” Hingga “Bayar Polisi”

    Lagu “Bayar Polisi” mengangkat isu dugaan praktik pungutan liar dalam institusi kepolisian, mulai dari pembuatan SIM hingga tilang di jalanan. Kritik semacam ini bukanlah hal baru dalam dunia musik Indonesia. Sebelumnya, lagu “Hio” milik Iwan Fals juga sempat dilarang di era Orde Baru karena liriknya yang dianggap terlalu tajam dalam mengkritik aparat keamanan.

    Selain Iwan Fals, beberapa musisi lain seperti Marjinal dan Efek Rumah Kaca juga pernah mengalami tekanan ketika lagu-lagu mereka menyentil realitas sosial yang dianggap sensitif. Apakah ini pola yang terus berulang? Menurut Azam, keberadaan kritik dalam seni adalah indikator sehatnya demokrasi. “Seni adalah cerminan zaman. Jika kritik dalam musik dibungkam, itu berarti ada sesuatu yang sedang disembunyikan,” tambahnya.

    Penarikan Lagu dan Permintaan Maaf: Ada Tekanan?

    Pada 20 Februari 2025, dua personel Sukatani, Muhammad Syifa Al Lufti (gitaris) dan Novi Citra Indriyati (vokalis), mengumumkan bahwa mereka menarik lagu tersebut dan meminta maaf kepada Kapolri serta institusi kepolisian. Namun, langkah ini justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan.

    “Apakah permintaan maaf itu murni dari mereka, atau ada tekanan dari pihak berwenang? Jika memang ada intervensi, ini adalah pelanggaran terhadap hak berekspresi yang dijamin oleh konstitusi,” kata Azam.

    Ia menambahkan bahwa meskipun institusi kepolisian berhak merasa tidak nyaman dengan kritik, langkah terbaik bukanlah membungkam, melainkan menjawab kritik tersebut dengan transparansi dan reformasi internal. “Jika memang tidak ada pelanggaran, mengapa harus takut pada sebuah lagu?” ujarnya.

    Kapolri Buka Suara

    Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo akhirnya menanggapi kontroversi ini. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menekan atau meminta lagu tersebut dihapus.

    “Kami menghargai kebebasan berekspresi, selama tidak mengandung ujaran kebencian atau fitnah. Jika ada kritik, kami siap mendengarkan dan berbenah,” ujar Kapolri dalam konferensi pers.

    Namun, pernyataan ini belum cukup meredakan spekulasi di publik. Banyak yang masih mempertanyakan apakah ada tekanan tidak langsung yang membuat Sukatani memilih untuk menarik lagunya.

    Kebebasan Berekspresi: Masih Ada Ruang?

    Kasus ini kembali mempertanyakan seberapa besar ruang kebebasan berekspresi di Indonesia. Apakah kritik masih boleh disuarakan? Atau harus selalu dibungkam dengan dalih “meresahkan”?

    Azam Khan menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan kritik, bukan ketakutan. “Jika kritik itu benar, perbaikilah. Jika salah, jelaskan dengan fakta. Tapi jangan dibungkam,” pungkasnya.

    Share to

    Related News

    Lansia 66 Tahun Korban Kecelakaan Malah ...

    by Agu 18 2026

    Perkara yang dialami Dumaya, perempuan lansia berusia 66 tahun asal Dusun Juluk Barat, Desa Gapura, ...

    Muktamar NU di Ambang Pintu, Abd Aziz So...

    by Agu 15 2026

    JAKARTA — Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum, Jomb...

    Eksepsi dr Tifa Dikabulkan, Azam Khan So...

    by Agu 06 2026

    JAKARTA — Perkembangan penanganan perkara yang menjerat Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa kembali men...

    MUI Beri Penghargaan kepada Ketua Umum G...

    by Jul 11 2026

    JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat memberikan penghargaan kepada Ketua Umum Dewan Pengu...

    Tujuh Tuntutan untuk Pemerintah Menggema...

    by Jun 21 2026

    SUMENEP – Aliansi BEM Sumenep bersama Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi Mimbar Rakyat di Tam...

    Mimbar Rakyat di Sumenep Angkat Isu BBM,...

    by Jun 21 2026

    SUMENEP – Sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan b...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
    Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
    Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
    Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
    Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
    Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
    Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
    Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
    Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
    Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
    Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
    Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
    Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
    Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
    Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
    Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
    Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
    Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
    Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
    Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
    Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
    Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
    Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
    Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
    Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
    Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
    Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
    Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
    Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
    Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam