Peristiwa, Blits News – Penemuan narkotika jenis sabu di perairan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencapai angka mencengangkan: 52 kilogram. Temuan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pengungkapan narkoba di kawasan Madura, bahkan Jawa Timur.
Direktur Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (P2NOT) Jawa Timur, Zamrud Khan, menyebut temuan ini sebagai ancaman serius bagi wilayah Jawa Timur secara keseluruhan. Ia menggambarkan skala ancaman ini dengan perbandingan konkret.
“Dengan total 52 kilogram sabu, jika dibagi ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, maka setiap daerah bisa mendapatkan lebih dari 1 kilogram. Ini sangat mengkhawatirkan, karena artinya hampir seluruh wilayah Jatim, termasuk Madura, bisa tersuplai,” tegas Zamrud kepada media di Sumenep, Selasa (4/6/2025).
Menurutnya, bila diasumsikan satu gram dikonsumsi satu orang, maka ada 52 ribu jiwa yang terancam akibat narkotika ini. “Ini kejahatan luar biasa. Kita tidak boleh anggap remeh,” tambahnya.
Temuan ini bermula dari penyerahan awal sebanyak 35 kilogram sabu oleh nelayan, yang kemudian bertambah 17 kilogram lagi hasil penyelidikan lanjutan serta penyerahan sukarela dari masyarakat. Total 52 kilogram barang bukti kini telah diamankan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Robert Da Costa, membenarkan bahwa tambahan 17 kilogram sabu telah diamankan dan pihaknya tengah mendalami keterkaitan jaringan peredaran barang haram ini.
Menariknya, kemasan sabu yang ditemukan identik dengan temuan dalam kasus penyelundupan besar sebelumnya, seperti penangkapan 2 ton sabu di Riau dan 15 kilogram sabu di Bangkalan. Hal ini memperkuat dugaan keterlibatan jaringan narkotika nasional bahkan internasional.
Zamrud juga menyoroti nilai ekonomis dari barang haram ini. “Jika dihitung secara pasar gelap, sabu sebanyak ini bernilai hampir Rp55 miliar. Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga soal keselamatan sosial,” ujarnya.
P2NOT mendorong aparat penegak hukum, baik dari kepolisian, BNN, maupun TNI, untuk tidak berhenti pada penemuan ini saja. Ia menduga masih ada drum sabu lain yang belum ditemukan. “Dari pengamatan kami, kemasan dan jenis wadahnya menunjukkan masih mungkin ada kiriman lain yang belum terungkap,” ujarnya.
Tak hanya itu, Zamrud juga mengapresiasi keberanian warga yang turut menyerahkan sabu kepada pihak berwenang. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata dari partisipasi publik dalam perang melawan narkoba.
“Negara harus hadir memberi penghargaan kepada warga yang berani menyerahkan narkotika. Ini tindakan heroik, dan bagian dari perjuangan menyelamatkan generasi,” pungkasnya.
No comments yet.