Sumenep – Advokat nasional asal Sumenep, Azam Khan, melakukan wawancara eksklusif sekaligus kunjungan silaturahmi kepada Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, dalam rangka Hari Jadi Sumenep. Pertemuan tersebut membahas perkembangan rencana penerbangan dari Bandara Trunojoyo Sumenep menuju Jakarta.
“Alhamdulillah, saya pulang ke Sumenep memang khusus ingin bertemu Mas Fauzi. Selain silaturahmi dalam momentum Hari Jadi Sumenep, saya juga ingin mendengar langsung soal rencana penerbangan Sumenep,” ujar Azam Khan usai pertemuan, (Rabu, 27-08-2025).
Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, menyambut baik kehadiran Azam Khan dan menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkomunikasi intensif dengan otoritas bandara serta maskapai penerbangan. Menurutnya, peluang penerbangan langsung Sumenep–Jakarta semakin terbuka.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Bandara. Ada kemungkinan penerbangan dari Sumenep menuju Jakarta dapat segera terwujud. Saat ini Bandara Halim sudah bisa menerima ATR karena beberapa penerbangan dialihkan. Jadi peluang itu terbuka lebar,” kata Fauzi.
Lebih lanjut, Fauzi menyebutkan bahwa jenis pesawat yang diproyeksikan adalah ATR 72, dengan kapasitas normal sekitar 70 penumpang. Namun, karena pertimbangan teknis pengisian bahan bakar di Sumenep, jumlah maksimal penumpang kemungkinan hanya sekitar 50 orang.
“Komunikasi terakhir dengan pihak bandara dilakukan sekitar seminggu lalu. Semua masih dalam proses, tapi arahnya positif,” tambahnya.
Azam Khan menyambut baik penjelasan tersebut. Menurutnya, penerbangan langsung dari Sumenep ke Jakarta akan sangat strategis, bahkan lebih efisien dibanding penerbangan dari Jember.
“Kalau dari Sumenep ke Jakarta, jaraknya lebih dekat. Estimasi waktu tempuh hanya sekitar satu setengah jam. Saya kira ini terobosan yang cantik dari Mas Fauzi, dan mudah-mudahan segera terealisasi. Insya Allah, Allah meridhai langkah baik ini,” ungkapnya.
Rencana penerbangan langsung ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas Sumenep dengan kota-kota besar, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Madura bagian timur tersebut.
No comments yet.