Suasana haru bercampur semangat solidaritas menyelimuti peringatan Kashmir Black Day di Kedutaan Besar Pakistan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025). Acara tersebut menjadi lebih bermakna dengan hadirnya advokat dan aktivis nasional Azam Khan, yang menyuarakan seruan keras agar dunia internasional tidak lagi berdiam diri terhadap tragedi kemanusiaan di Kashmir.
Dalam forum yang dihadiri langsung oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, Azam Khan menyerahkan secara simbolis sebuah buku bersejarah karya Dr. Zahir Khan berjudul “The Role of Pakistan During the Indonesia Struggle for Independence: The Story of Pakistan Forces Who Fought with Indonesia Freedom Fighters from 1945–1949.” Buku itu menjadi simbol persaudaraan dua bangsa yang sama-sama pernah berjuang dengan darah dan pengorbanan demi kemerdekaan.
Azam Khan, sosok berdarah Madura-Pakistan yang dikenal sebagai Ketua Umum Komisi Perlindungan Hukum dan Pembelaan Hak-Hak Rakyat (KONTRA’SM) sekaligus Sekretaris Jenderal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), menegaskan bahwa isu Kashmir bukan sekadar konflik politik, melainkan luka kemanusiaan yang terus dibiarkan terbuka.
“Kashmir bukan sekadar konflik, tapi luka kemanusiaan yang dibiarkan terbuka terlalu lama. Lebih dari seratus ribu rakyat tak berdosa tewas, ribuan perempuan diperkosa, dan ribuan anak kehilangan orang tuanya. Dunia tak boleh bungkam melihat darah Kashmir mengalir,” tegas Azam Khan dengan nada bergetar.
Ia mengingatkan bahwa sejak 1948, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan berbagai resolusi yang menjamin hak rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri melalui plebisit. Namun, hingga kini India tetap menolak melaksanakannya.
“Ini bukan lagi soal politik, tapi soal nurani. Ketika kemanusiaan diinjak, maka keadilan harus bicara,” ujarnya.
Acara yang dihadiri lebih dari seratus tamu undangan, terdiri dari akademisi, tokoh nasional, serta perwakilan berbagai organisasi masyarakat, berlangsung penuh kehangatan dan solidaritas. Dalam sambutannya, Dubes Zahid Hafeez Chaudhri menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dan kepedulian rakyat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Kashmir.
Menutup pidatonya, Azam Khan melontarkan kalimat yang menohok dan menggugah hati:
“Selama masih ada air mata rakyat yang ditumpahkan oleh penjajahan, maka kemerdekaan belum selesai. Kita akan terus melawan kebiadaban dan membela kemanusiaan.”
No comments yet.