Malang, 23 April — Sebuah pertemuan tak terduga terjadi antara seorang praktisi hukum dengan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sunan Giri Malang, Muchtar, pada Kamis (23/4) siang di Malang, Jawa Timur. Pertemuan yang berlangsung tanpa perencanaan tersebut justru menghadirkan diskusi hangat seputar dunia hukum dan pendidikan.
Awalnya, pertemuan itu bermula dari niat membantu seorang kerabat yang membutuhkan legalisir dokumen akreditasi institusi sebagai syarat melanjutkan studi Magister Ilmu Hukum di Surabaya. Namun, situasi berkembang di luar dugaan ketika perbincangan berlanjut dan membuka fakta bahwa keduanya memiliki latar belakang profesi yang sama.
Dalam perbincangan tersebut, diketahui bahwa Muchtar dan rekannya sama-sama tergabung dalam organisasi advokat DPC PERADI Malang, bahkan berada dalam satu grup komunikasi yang sama. Hal ini menambah kedekatan suasana pertemuan yang semula bersifat kebetulan.
Tak hanya itu, Muchtar juga mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengikuti kiprah rekannya di berbagai media, khususnya sejak menjadi juru bicara dalam momentum Pilgub Jawa Timur 2024.
“Saya mengikuti Pak Aziz sejak menjadi juru bicara Ibu Risma pada Pilgub Jatim 2024, termasuk berbagai kegiatan dan tulisannya di media nasional,” ujar Muchtar.
Menanggapi hal tersebut, Aziz merespons dengan rendah hati. “Saya belum apa-apa, memang bukan siapa-siapa,” ucapnya, yang langsung disambut gelak tawa hangat di antara keduanya.
Pertemuan singkat tersebut meninggalkan kesan mendalam. Sosok Muchtar dinilai sebagai figur yang sederhana dan rendah hati. Di hadapan rekan sejawat, ia tidak menunjukkan sikap senioritas, melainkan tampil supel dan bersahaja.
Momen ini menjadi gambaran bahwa pertemuan tanpa rencana sekalipun dapat membuka ruang silaturahmi, kolaborasi, serta memperkuat jejaring profesional di bidang hukum dan akademik.
Penulis: Kont. Malang
Editor: A.M. Roz
No comments yet.