Categories
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Presiden Boleh Tegas, tetapi Tidak Boleh Kehilangan Adab

    Sep 17 20264 Dilihat

    Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, Abd. Aziz, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan. Dalam surat berjudul “Ketika Kekuasaan Kehilangan Adab”, Abd. Aziz menyoroti cara pemberhentian Purbaya yang menurutnya perlu dilihat dari perspektif etika kepemimpinan.

    Abd. Aziz menyatakan surat tersebut tidak dimaksudkan untuk mempersoalkan kewenangan konstitusional Presiden Prabowo Subianto dalam mengganti menteri. Menurutnya, Presiden memiliki kewenangan untuk menyusun dan mengevaluasi kabinet.

    Namun, persoalan yang disorot adalah cara kewenangan tersebut digunakan, khususnya dalam proses pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

    Dalam surat terbuka itu, Abd. Aziz menyinggung peristiwa ketika Purbaya disebut mengetahui pemberhentian dirinya saat sedang mengikuti rapat bersama DPD RI. Berdasarkan keterangan dalam surat tersebut, rapat sempat dihentikan setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menghubungi Purbaya melalui telepon. Setelah menerima telepon tersebut, Purbaya meninggalkan ruang rapat dan tidak kembali hingga rapat berakhir.

    Peristiwa tersebut juga tercatat dalam rangkaian pergantian Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya. Sehari setelahnya, Purbaya menyatakan bahwa pergantian tersebut merupakan hak prerogatif Presiden dan membantah adanya persoalan “gesekan” internal.

    Sebelum pergantian tersebut, Purbaya masih menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI pada 14 September 2026. Dalam rapat itu, ia antara lain membahas pengelolaan dana pemerintah daerah dan optimalisasi penggunaan anggaran.

    Menurut Abd. Aziz, inti persoalannya bukan apakah Purbaya harus dipertahankan atau apakah Presiden berhak memberhentikannya. Ia mempertanyakan apakah seseorang yang sebelumnya dipercaya menduduki jabatan penting negara tidak semestinya diberhentikan dengan cara yang tetap menjaga kehormatannya.

    “Ketika seseorang diangkat dengan baik-baik, maka ketika diberhentikan pun semestinya dipanggil dan disampaikan dengan baik-baik.”

    Abd. Aziz menilai pemberhentian seorang menteri tetap dapat dilakukan secara tegas tanpa mengesampingkan aspek penghormatan terhadap orang yang bersangkutan.

    Ia juga menyampaikan perbedaan pandangan dengan Prof. Jimly Asshiddiqie yang, sebagaimana disebut dalam surat tersebut, menilai cara pemberhentian Purbaya “kurang etis”. Abd. Aziz menilai istilah tersebut terlalu lunak. Menurutnya, jika proses yang diberitakan memang benar demikian, persoalannya bukan sekadar “kurang etis”, melainkan tidak etis.

    Frasa “jika proses yang diberitakan memang benar demikian” menjadi penting karena surat tersebut merupakan pandangan dan kritik dari Abd. Aziz terhadap suatu peristiwa, sementara rincian mengenai bagaimana komunikasi pemberhentian dilakukan perlu dibedakan dari fakta administratif mengenai pergantian jabatan.

    Dalam suratnya, Abd. Aziz menekankan bahwa etika kepemimpinan, menurut pandangannya, justru diuji ketika seorang pemimpin harus mengambil keputusan yang berdampak pada orang yang sebelumnya diberi kepercayaan.

    Ia berpendapat bahwa apabila terdapat alasan objektif terkait kinerja, perbedaan kebijakan, atau pertimbangan lain yang menyebabkan seorang menteri harus diberhentikan, proses tersebut dapat dilakukan melalui komunikasi langsung dan pemberian penjelasan secara layak.

    Menurutnya, cara demikian tidak harus mengurangi kewibawaan Presiden. Sebaliknya, ia menilai penghormatan terhadap orang yang pernah mengabdi kepada negara merupakan bagian dari etika dalam menggunakan kekuasaan.

    Abd. Aziz juga mengaitkan pandangannya dengan prinsip adab dalam tradisi Islam. Ia mengutip ungkapan Arab “Al-adabu fauqal-‘ilmi”, yang berarti “adab berada di atas ilmu”. Dalam surat tersebut, ia menegaskan bahwa ungkapan itu merupakan pepatah atau nasihat etis, bukan hadis Nabi.

    Selain itu, ia mengutip hadis riwayat Muslim:

    “Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan dalam segala sesuatu.”

    Kutipan tersebut digunakan Abd. Aziz untuk menekankan gagasannya bahwa prinsip berbuat sebaik-baiknya semestinya juga diterapkan dalam pelaksanaan kewenangan, termasuk ketika seorang pemimpin harus memberhentikan pejabat yang berada di bawah kewenangannya.

    Di bagian akhir surat, Abd. Aziz menyampaikan bahwa kritik tersebut ditujukan sebagai masukan kepada Presiden agar kekuasaan tidak hanya dijalankan secara tegas, tetapi juga memperhatikan aspek penghormatan dan martabat manusia.

    “Jabatan hanyalah amanah. Kekuasaan hanyalah titipan. Tetapi adab akan menjadi warisan.”

    Ia kemudian menegaskan bahwa menurut pandangannya, Presiden tidak kehilangan kewibawaan apabila memanggil pejabat yang akan diberhentikan dan menyampaikan keputusan tersebut secara langsung.

    Surat terbuka itu ditandatangani Abd. Aziz, yang mencantumkan dirinya sebagai Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), serta Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU).

    Purbaya sendiri, setelah serah terima jabatan pada 15 September 2026, menyatakan tidak terdapat masalah “gesekan” dalam pergantian tersebut dan menegaskan bahwa pergantian Menteri Keuangan merupakan hak prerogatif Presiden.

    Dengan demikian, surat Abd. Aziz terutama merupakan kritik dan pandangan mengenai etika dalam proses pemberhentian pejabat, bukan gugatan terhadap kewenangan Presiden untuk melakukan pergantian menteri.

    Penulis: Kont. Jakarta

    Editor: A.M. Roz

     

    Share to

    Related News

    Gus Kikin dan Sisi Kepemimpinan yang Dik...

    by Sep 18 2026

    Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kiai Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, d...

    KALAM NU Dorong Prinsip “Satu Orang Sa...

    by Sep 14 2026

    Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU) mendorong penataan ulang sistem rangkap jabatan dalam ...

    Perangi Narkoba dari Akar, Polresta Sume...

    by Sep 02 2026

    Pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Sumenep membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyara...

    Menjelang Muktamar NU 2026, Kiai Afifudd...

    by Mar 27 2026

    Malang, 27 Maret 2026 — Menjelang perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang direncanakan...

    GMPK Kecam KPK, Pengalihan Tahanan Gus Y...

    by Mar 23 2026

    Jakarta, 23 Maret 2026 — Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPP GMPK) mengec...

    Ramadhan 1447 H, Azam Khan Ajak Advokat ...

    by Mar 01 2026

    Jakarta, 1 Maret 2026 – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, advokat Azam Khan menyampaikan ...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
    Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
    Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
    Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
    Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
    Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
    Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
    Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
    Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
    Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
    Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
    Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
    Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
    Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
    Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
    Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
    Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
    Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
    Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
    Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
    Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
    Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
    Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
    Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
    Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
    Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
    Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
    Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
    Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
    Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam