Categories
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Gus Kikin dan Sisi Kepemimpinan yang Dikenang: Mendengar, Teduh Berbicara, dan Menghargai Gagasan

    Sep 18 20266 Dilihat

    Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kiai Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, digambarkan sebagai sosok yang mengedepankan kerendahan hati, ketenangan dalam berkomunikasi, serta kesediaan mendengarkan gagasan dari siapa pun.

    Gambaran tersebut disampaikan Abd. Aziz dalam sebuah testimoni karakter yang merekam pengalaman dan pengamatannya terhadap Gus Kikin, termasuk dalam percakapan yang berlangsung sebelum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.
    Dalam siaran pers berjudul “Sebuah Testimoni Karakter: Sisi Tersembunyi Gus Kikin: Biasa Mendengar, Teduh Berbicara, Menghargai Gagasan”, Abd. Aziz menilai karakter Gus Kikin tidak semata-mata terlihat dari jabatan yang disandangnya, tetapi dari cara ia memperlakukan orang lain dalam sebuah percakapan.

    Menurut Abd. Aziz, Gus Kikin tidak terburu-buru memotong pembicaraan dan memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk menyampaikan pemikirannya hingga selesai. Sikap tersebut, menurutnya, tetap terlihat ketika Gus Kikin berbicara dengan orang yang lebih muda atau tidak memiliki status sosial menonjol.

    “Manusia diperlakukan sebagai manusia,” tulis Abd. Aziz dalam testimoni tersebut.

    Abd. Aziz juga menceritakan pengalamannya berbincang dengan Gus Kikin beberapa bulan sebelum Muktamar ke-35 NU. Saat itu, ia menyebut dirinya sebagai anak muda yang menggawangi berdirinya Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU).

    Menurutnya, percakapan dengan Gus Kikin tidak sekadar membahas persoalan pribadi atau basa-basi. Pembicaraan turut menyentuh kegelisahan mengenai masa depan NU, gagasan tentang arah PBNU, serta kebutuhan agar organisasi semakin modern, profesional, dan terbuka terhadap pemikiran, tanpa kehilangan akar tradisi dan khazanah ke-NU-an.

    Dari pengalaman tersebut, Abd. Aziz melihat bahwa Gus Kikin tidak hanya mendengarkan orang berdasarkan jabatan atau status, tetapi juga memberikan perhatian terhadap gagasan yang disampaikan.

    Menghargai Gagasan, Bukan Sekadar Status

    Abd. Aziz kemudian menyoroti perbedaan antara pemimpin yang hanya ingin mendengarkan orang-orang penting dan pemimpin yang bersedia mendengarkan pemikiran penting.

    Menurut dia, organisasi sebesar NU membutuhkan ruang bagi berbagai kelompok untuk menyampaikan gagasan, mulai dari kiai, ulama, intelektual, akademisi, aktivis, profesional, anak muda, pesantren hingga warga Nahdliyin di akar rumput.

    Ia menilai kemampuan untuk mendengar merupakan bagian penting dalam kepemimpinan organisasi yang besar.

    Dalam testimoninya, Abd. Aziz juga menekankan bahwa kerendahan hati tidak identik dengan kelemahan. Tidak memotong pembicaraan, menurutnya, bukan berarti seseorang tidak memiliki pendirian. Begitu pula mendengarkan pendapat orang lain tidak otomatis berarti kehilangan otoritas.

    Ia menggambarkan kewibawaan Gus Kikin lebih banyak terlihat melalui ketenangan, kesabaran, dan kemampuannya membuat orang lain merasa dihargai.

    Dari Tebuireng untuk PBNU

    Dalam siaran pers tersebut disebutkan bahwa Gus Kikin kini dipercaya menakhodai PBNU periode 2026–2031 bersama Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam.

    Abd. Aziz menyebut karakter personal tersebut sebagai salah satu modal dalam perjalanan organisasi. Namun, ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan PBNU lima tahun ke depan tidak cukup hanya mengandalkan karakter pribadi.

    Menurutnya, NU menghadapi berbagai tantangan, antara lain terkait organisasi, kaderisasi, tata kelola, transformasi digital, ekonomi umat, pendidikan, politik kebangsaan, dan perubahan sosial.

    Dalam konteks tersebut, kemampuan mendengarkan dinilai tetap relevan sebagai bagian dari proses kepemimpinan, terutama mendengarkan suara yang datang dari luar lingkaran kekuasaan.

    Abd. Aziz merangkum gagasan tersebut dengan prinsip “mendengar sebelum memutuskan, mendengar sebelum mengoreksi, dan mendengar sebelum menyimpulkan.”

    Ia berharap kebiasaan tersebut dapat dibawa dari Tebuireng ke PBNU sehingga organisasi yang besar secara struktur tetap memiliki kultur yang rendah hati.

    Testimoni Berdasarkan Pengalaman Pribadi

    Abd. Aziz menegaskan bahwa tulisan tersebut merupakan pengalaman dan pengamatannya secara pribadi terhadap Gus Kikin. Karena itu, ia mengakui bahwa pengalaman tersebut dapat berbeda dengan pengalaman orang lain.

    Ia menyebut pengalamannya bersama Gus Kikin telah diperoleh sejak sebelum Gus Kikin ditetapkan sebagai penjabat Ketua PWNU Jawa Timur.

    Dalam pandangannya, jabatan sebagai Pengasuh Tebuireng maupun posisi sebagai Ketua Umum PBNU bukan satu-satunya hal yang menggambarkan sosok Gus Kikin. Ia justru menempatkan sikap bersedia duduk, berbincang, mendengarkan, dan memberikan ruang kepada orang lain untuk menyampaikan gagasan sebagai sisi karakter yang menurutnya penting untuk diperhatikan.

    Testimoni Abd. Aziz tersebut pada dasarnya merupakan kesaksian personal mengenai karakter dan gaya komunikasi Gus Kikin berdasarkan pengalaman penulisnya. Tulisan itu menempatkan kemampuan mendengarkan, ketenangan, dan penghargaan terhadap gagasan sebagai kualitas yang dinilai penting dalam perjalanan kepemimpinan NU ke depan.

     

    Penulis: Kont. Jakarta

    Editor: A.M. Roz

     

    Share to

    Related News

    Presiden Boleh Tegas, tetapi Tidak Boleh...

    by Sep 17 2026

    Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, Abd. Aziz, menyampaikan surat...

    KALAM NU Dorong Prinsip “Satu Orang Sa...

    by Sep 14 2026

    Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU) mendorong penataan ulang sistem rangkap jabatan dalam ...

    Perangi Narkoba dari Akar, Polresta Sume...

    by Sep 02 2026

    Pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Sumenep membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyara...

    Menjelang Muktamar NU 2026, Kiai Afifudd...

    by Mar 27 2026

    Malang, 27 Maret 2026 — Menjelang perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang direncanakan...

    GMPK Kecam KPK, Pengalihan Tahanan Gus Y...

    by Mar 23 2026

    Jakarta, 23 Maret 2026 — Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPP GMPK) mengec...

    Ramadhan 1447 H, Azam Khan Ajak Advokat ...

    by Mar 01 2026

    Jakarta, 1 Maret 2026 – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, advokat Azam Khan menyampaikan ...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
    Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
    Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
    Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
    Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
    Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
    Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
    Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
    Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
    Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
    Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
    Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
    Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
    Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
    Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
    Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
    Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
    Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
    Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
    Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
    Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
    Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
    Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
    Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
    Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
    Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
    Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
    Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
    Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
    Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam