Azam Khan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Irjen Pol. (Purn.) Napoleon Bonaparte, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Dalam kenangannya, Azam menyoroti keberanian dan perjuangan sahabatnya tersebut, sekaligus menyampaikan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Azam Khan mengenang Napoleon Bonaparte bukan hanya sebagai purnawirawan perwira tinggi Polri, tetapi juga sebagai sahabat yang meninggalkan kesan mendalam. Napoleon Bonaparte meninggal dunia pada Minggu pagi, 18 Oktober 2026. Kabar wafatnya dikonfirmasi oleh pihak kuasa hukum dan diperkuat oleh pernyataan resmi Polri yang menyampaikan belasungkawa atas kepergian mantan Kadivhubinter tersebut.
Dalam pernyataannya, Azam Khan menyampaikan do’a bagi almarhum. Ia berharap Napoleon mendapat ampunan atas segala dosa, dilapangkan kuburnya, dan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Azam juga menggambarkan Napoleon sebagai sosok yang menurut pandangannya berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Ia menilai keberanian serta perjalanan hidup sahabatnya itu akan tetap menjadi bagian dari kenangan orang-orang yang mengenalnya.
Sementara itu, Polri melalui Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, turut menyampaikan duka cita atas wafatnya Napoleon. Polri berharap almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi kehilangan tersebut.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Polri, pemakaman Napoleon dijadwalkan berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB, di Taman Makam Pahlawan Nasional Bahagia (TMPBN) Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Kepergian Napoleon meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, dan kolega yang mengenalnya. Bagi Azam Khan, kenangan tentang persahabatan dan keberanian almarhum menjadi bagian penting dari ungkapan perpisahan yang disampaikannya.
Penulis: Kont. Jakarta
Editor: A.M. Roz
No comments yet.