Categories
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Abd. Aziz Desak KPK Tak Tebang Pilih dalam Kasus Nusron Wahid

    • Okt 28 2026 • 70 Dilihat

    Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Abd. Aziz, mendesak penegakan hukum yang transparan dan tanpa tebang pilih dalam penanganan perkara dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Ia menilai, pemeriksaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, penting untuk memperjelas konstruksi perkara tersebut.

    Desakan itu disampaikan Aziz melalui siaran pers bertajuk “Di Hadapan Hukum, Tak Ada Kekebalan Karena Kedekatan” yang diterbitkan di Jakarta pada 20 Oktober 2026. Ia mengingatkan agar jabatan dan kedekatan dengan pusat kekuasaan tidak menjadi faktor yang memengaruhi jalannya proses hukum.

    “Jangan biarkan jabatan menteri menjadi selimut yang membuat proses hukum berjalan lamban,” tulis Aziz dalam siaran persnya.

    Menurut Aziz, pemeriksaan terhadap Nusron perlu dipandang sebagai bagian dari upaya mengungkap perkara secara menyeluruh, bukan sebagai bentuk penghakiman terhadap seseorang. Ia menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berlandaskan bukti dan tidak boleh mendahului putusan yang berkekuatan hukum tetap.
    KPK Diminta Perjelas Penanganan Perkara.

    Aziz menyoroti dua kali ketidakhadiran Nusron dalam jadwal pemeriksaan sebagai saksi yang telah diberitakan sebelumnya. Berdasarkan pemberitaan pada Oktober 2026, Nusron tidak memenuhi panggilan pertama pada 7 Oktober dan kembali tidak hadir pada jadwal pemeriksaan berikutnya di pertengahan bulan tersebut.

    KPK menyatakan keterangan Nusron dibutuhkan untuk memperjelas konstruksi perkara dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki peran signifikan. Penyidik juga mengevaluasi alasan ketidakhadirannya sebelum menentukan langkah lanjutan sesuai prosedur hukum.

    Bagi Aziz, kebutuhan memperoleh keterangan dari saksi yang dinilai relevan harus ditindaklanjuti secara profesional. Ia meminta KPK memastikan setiap tahapan penyidikan berjalan konsisten, terukur, dan terbuka mengenai perkembangan yang dapat disampaikan kepada publik.

    Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan operasi tangkap tangan (OTT) bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pemberantasan korupsi. Menurutnya, penyidik perlu menelusuri aliran uang, menguji keterkaitan antarpihak, serta memastikan pertanggungjawaban hukum berdasarkan alat bukti yang sah.

    Soroti Penyitaan Uang Rp106,3 Miliar

    Dalam perkara dugaan korupsi tersebut, KPK menyita barang bukti senilai sekitar Rp106,3 miliar dan menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Perkara ini berkaitan dengan dugaan suap pembukaan blokir HGB lahan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor serta dugaan penerimaan lain di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

    Aziz menyebut, perkara tersebut perlu diusut hingga tuntas karena menyangkut integritas pelayanan pertanahan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

    Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberadaan tersangka yang disebut memiliki kedekatan dengan Nusron tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan sang menteri. Menurutnya, kesimpulan mengenai tanggung jawab seseorang harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

    “Jangan perintahkan KPK menetapkan Nusron sebagai tersangka jika alat buktinya belum cukup. Tetapi jangan pula biarkan jabatan menteri menjadi selimut yang membuat proses hukum berjalan lamban,” tulis Aziz.

    Minta Presiden Jaga Independensi Penegak Hukum

    Aziz turut meminta Presiden Prabowo Subianto memastikan aparat penegak hukum dapat bekerja secara independen tanpa tekanan politik maupun kepentingan pihak tertentu.

    Ia menilai, Presiden tidak perlu mengintervensi penentuan status hukum seseorang. Namun, menurut Aziz, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan dan tidak dipengaruhi kedekatan personal atau jabatan.

    Ia menekankan bahwa apabila bukti yang diperoleh penyidik memenuhi persyaratan hukum, proses harus dilanjutkan. Sebaliknya, jika bukti belum memadai, keputusan juga harus diambil secara objektif sesuai prosedur yang berlaku.

    “Publik tidak membutuhkan slogan yang lebih besar. Publik membutuhkan satu bukti sederhana: bahwa di Republik ini, hukum masih memiliki keberanian untuk mengetuk pintu siapa pun,” tulisnya.

    Aziz mengaitkan pandangannya dengan pemikiran John Dalberg-Acton mengenai kecenderungan kekuasaan untuk disalahgunakan serta gagasan John Locke tentang kekuasaan pemerintahan sebagai amanah masyarakat. Menurutnya, kedua pemikiran tersebut relevan sebagai pengingat bahwa kekuasaan harus berada dalam pengawasan hukum.

    Ia berharap penanganan perkara tersebut dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

    “Jangan biarkan korupsi merampas masa depan bangsa. Jangan beri ruang kekuasaan mengalahkan hukum,” tutup Aziz dalam siaran persnya.

    Abd. Aziz merupakan Ketua Umum DPP GMPK, Founder dan Senior Managing Partner Firma Hukum PROGRESIF LAW Jakarta, serta Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU).

     

    Penulis: Kont. Jakarta

    Editor: A.M. Roz

     

    Share to

    Related News

    Wakil Rais ‘Aam PBNU Kunjungi Prak...

    by • Nov 01 2026

    Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhajir, mengunjungi kedia...

    Meja Kopi Menteri Agama dan Pesan Pentin...

    by • Okt 30 2026

    Pentingnya dialog, etika kepemimpinan, dan peran agama dalam menjaga persatuan bangsa menjadi sorota...

    Sumpah Pemuda Harus Jadi Momentum Perang...

    by • Okt 28 2026

    Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Abd. Aziz, mengajak seluruh elemen bangsa ...

    Gus Ipul dan Gus Lilur Berhadapan di Jal...

    by • Okt 18 2026

    Polemik antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawy (Gus ...

    Dari Kontroversi Ijazah ke Pemakzulan, A...

    by • Okt 13 2026

    Abd. Aziz menegaskan bahwa wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus didasarkan ...

    Jabatan Bukan Tameng dari Tanggung Jawab...

    by • Okt 11 2026

    Jabatan tidak boleh menjadi alasan bagi seseorang untuk menghindari pertanggungjawaban. Hal itu menj...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
    Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
    Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
    Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
    Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
    Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
    Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
    Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
    Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
    Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
    Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
    Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
    Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
    Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
    Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
    Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
    Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
    Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
    Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
    Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
    Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
    Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
    Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
    Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
    Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
    Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
    Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
    Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
    Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
    Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam