Categories
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Sumpah Pemuda Harus Jadi Momentum Perang Melawan Korupsi

    • Okt 28 2026 • 19 Dilihat

    Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Abd. Aziz, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 sebagai momentum memperkuat gerakan pemberantasan korupsi. Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan pemuda 1928 harus diwujudkan melalui keberanian melawan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan praktik impunitas.

    Ajakan tersebut disampaikan Abd. Aziz melalui siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (28/10/2026), dalam momentum peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda.

    Aziz menegaskan, kemerdekaan sebuah bangsa tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus tercermin dalam tegaknya hukum, pemerintahan yang bersih, keadilan, serta perlindungan terhadap hak-hak rakyat.

    Menurutnya, korupsi bukan sekadar persoalan hilangnya uang negara, melainkan ancaman serius terhadap kepercayaan publik, kualitas demokrasi, kewibawaan hukum, dan masa depan generasi bangsa.

    “Ketika korupsi dibiarkan, yang dirampas bukan hanya anggaran negara, tetapi juga hak rakyat atas pelayanan publik, kesejahteraan, kesempatan, dan masa depan,” tegasnya.

    Ia menilai, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan atau sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa. Persatuan yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 harus menemukan aktualisasi dalam perjuangan menghadapi berbagai persoalan kebangsaan, terutama korupsi.

    Bagi GMPK, pemberantasan korupsi merupakan salah satu bentuk nyata menjaga persatuan dan masa depan Indonesia. Sebab, praktik korupsi, kolusi, nepotisme, politik transaksional, konflik kepentingan, serta penyalahgunaan kewenangan dapat merusak sendi-sendi kehidupan bernegara.

    Jabatan Bukan Tameng Hukum

    Dalam siaran pers tersebut, Abd. Aziz juga menyoroti tantangan pemberantasan korupsi ketika berhadapan dengan pejabat yang memiliki kekuasaan, jaringan politik, dan akses terhadap institusi negara.

    Ia mengingatkan bahwa hukum tidak boleh tunduk kepada kekuasaan. Sebaliknya, setiap pemegang jabatan publik harus menempatkan hukum sebagai batas sekaligus pedoman dalam menjalankan kewenangannya.

    “Jabatan publik bukanlah tameng hukum. Kekuasaan bukan kekebalan, jabatan bukan kehormatan tanpa pertanggungjawaban, dan kedekatan politik bukan tiket menuju impunitas,” ujarnya.

    Aziz menekankan, semakin besar kekuasaan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral dan hukum yang harus dipikulnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa korupsi kerap tidak berdiri sebagai kejahatan individual. Dalam sejumlah praktik, korupsi dapat melibatkan jejaring kepentingan, persekongkolan, transaksi politik, dan penyalahgunaan kewenangan.

    Karena itu, menurutnya, penanganan perkara korupsi harus mampu menelusuri seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari proses pengambilan keputusan, pihak-pihak yang memperoleh keuntungan, aliran dana, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain yang memiliki kewenangan lebih tinggi.

    Dorong Pemerintahan Prabowo Perkuat Pemberantasan Korupsi

    Lebih lanjut, Abd. Aziz mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk terus memperkuat agenda pemberantasan korupsi dengan memastikan penegakan hukum berjalan adil dan tidak memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun.

    Ia berpandangan, pemerintahan yang kuat bukanlah pemerintahan yang menutup diri dari kritik, melainkan pemerintahan yang memastikan setiap dugaan penyalahgunaan kekuasaan diperiksa berdasarkan hukum dan alat bukti.

    Aziz juga meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional, independen, transparan, dan bebas dari tekanan kepentingan.

    Menurutnya, pengusutan perkara korupsi tidak boleh hanya berhenti pada pihak yang paling mudah dijangkau. Apabila ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan pihak lain, termasuk mereka yang memiliki jabatan atau kewenangan lebih tinggi, proses hukum harus tetap berjalan secara objektif.

    Serukan Seluruh Jajaran GMPK Aktif Awasi Dugaan Korupsi

    Dalam kesempatan itu, Abd. Aziz secara khusus menyerukan kepada seluruh jajaran GMPK, mulai dari Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), hingga Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia agar tidak bersikap pasif ketika menemukan dugaan tindak pidana korupsi.

    Ia meminta seluruh pengurus berani menyuarakan persoalan, melakukan kajian, mengumpulkan informasi, serta mengawal proses penegakan hukum melalui jalur konstitusional.

    “Jangan diam ketika menemukan dugaan korupsi. Berbicaralah, menulislah, dan bergeraklah. Jadikan keberanian menyuarakan dugaan korupsi sebagai tanggung jawab moral kepada rakyat,” serunya.

    Namun, ia mengingatkan bahwa keberanian tersebut harus disertai integritas dan kehati-hatian. Setiap informasi harus didasarkan pada fakta, data, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Apabila ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum legislatif, eksekutif, maupun yudikatif, jajaran GMPK diminta tidak membiarkan informasi tersebut berhenti sebatas percakapan.

    Aziz mengarahkan agar setiap temuan dikaji secara objektif, didokumentasikan, dilaporkan kepada lembaga berwenang melalui mekanisme hukum, serta dikawal secara bertanggung jawab.

    Ia bahkan menegaskan bahwa GMPK tidak boleh hanya menjadi organisasi yang lantang berbicara tentang pemberantasan korupsi, tetapi harus mampu menghadirkan kerja nyata dalam pengawasan publik.

    Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran GMPK membangun budaya gerakan yang dirumuskan dalam lima langkah: temukan, kaji, dokumentasikan, laporkan, dan kawal.

    “Jangan menuduh tanpa dasar, jangan memvonis sebelum proses hukum selesai, dan jangan pernah menjadikan isu korupsi sebagai alat untuk kepentingan pribadi, politik, maupun transaksi tertentu,” tegasnya.

    Pemuda Harus Menjadi Kekuatan Moral Bangsa

    Menutup pernyataannya, Abd. Aziz mengajak generasi muda Indonesia mengambil peran sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial dalam menjaga masa depan bangsa.

    Ia mengingatkan agar pemuda tidak menganggap korupsi sebagai sesuatu yang lumrah, terlebih membenarkannya hanya karena dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan.

    Menurutnya, kritik terhadap pemerintah bukanlah bentuk kebencian terhadap negara. Begitu pula pengawasan terhadap pejabat publik bukan berarti memusuhi kekuasaan. Keduanya merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara dalam menjaga demokrasi.

    Ia juga mengaitkan perjuangan melawan korupsi dengan nilai-nilai yang diwariskan tokoh dunia seperti Kofi Annan dan Nelson Mandela. Pesan tentang supremasi hukum, keadilan, kesetaraan, dan martabat manusia, menurutnya, tetap relevan dalam perjuangan membangun Indonesia yang lebih baik.

    “Sumpah Pemuda harus menemukan makna baru dalam perjuangan kebangsaan hari ini: bersatu melawan korupsi. Persatuan bukan untuk melindungi penyimpangan, melainkan untuk menyelamatkan negara dari penyalahgunaan kekuasaan,” ungkapnya.

    Abd. Aziz menegaskan, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya mewarisi kemerdekaan, tetapi juga memiliki keberanian untuk merawatnya melalui kejujuran, keadilan, dan penegakan hukum.

    “Negeri ini tidak membutuhkan generasi yang hanya mewarisi kemerdekaan, melainkan generasi yang mampu merawatnya dengan kejujuran, keberanian, dan keadilan,” pungkasnya.

     

    Penulis: Kont. Jakarta

    Editor: A.M. Roz

     

    Share to

    Related News

    Wakil Rais ‘Aam PBNU Kunjungi Prak...

    by • Nov 01 2026

    Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhajir, mengunjungi kedia...

    Meja Kopi Menteri Agama dan Pesan Pentin...

    by • Okt 30 2026

    Pentingnya dialog, etika kepemimpinan, dan peran agama dalam menjaga persatuan bangsa menjadi sorota...

    Abd. Aziz Desak KPK Tak Tebang Pilih dal...

    by • Okt 28 2026

    Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Abd. Aziz, mendesak peneg...

    Gus Ipul dan Gus Lilur Berhadapan di Jal...

    by • Okt 18 2026

    Polemik antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawy (Gus ...

    Dari Kontroversi Ijazah ke Pemakzulan, A...

    by • Okt 13 2026

    Abd. Aziz menegaskan bahwa wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus didasarkan ...

    Jabatan Bukan Tameng dari Tanggung Jawab...

    by • Okt 11 2026

    Jabatan tidak boleh menjadi alasan bagi seseorang untuk menghindari pertanggungjawaban. Hal itu menj...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
    Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
    Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
    Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
    Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
    Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
    Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
    Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
    Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
    Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
    Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
    Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
    Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
    Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
    Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
    Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
    Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
    Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
    Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
    Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
    Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
    Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
    Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
    Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
    Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
    Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
    Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
    Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
    Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
    Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam