Categories
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Menjaga Marwah NU di Tengah Polemik Risywah: Klarifikasi, Audit, dan Islah

    • Okt 08 2026 • 56 Dilihat

    Abd. Aziz mendorong penyelesaian polemik dugaan risywah atau politik uang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) melalui klarifikasi berbasis bukti, audit independen, dan mediasi. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga marwah organisasi sekaligus memastikan setiap dugaan pelanggaran diperiksa secara adil dan transparan.

    Dalam siaran pers bertanggal 8 Oktober 2026, Abd. Aziz menilai polemik dugaan risywah setelah Muktamar ke-35 NU perlu disikapi secara proporsional. Ia menegaskan bahwa dugaan tidak dapat langsung dianggap sebagai fakta hukum, sebagaimana bantahan dari pihak yang dituduh juga tidak otomatis membuktikan bahwa dugaan tersebut tidak terjadi.

    Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, semestinya menjadi momentum konsolidasi dan rekonsiliasi organisasi. Namun, menurut siaran pers tersebut, setelah kegiatan berakhir, muncul polemik dugaan aliran dana yang dikaitkan dengan sejumlah pihak.

    Nama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Nusron Wahid, Juri Ardiantoro, serta sejumlah pihak lain disebut dalam pemberitaan dan pernyataan publik terkait polemik tersebut. Siaran pers itu juga menyebut HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur yang dikabarkan mengungkap dugaan aliran dana dalam jumlah besar dan menyatakan memiliki informasi untuk disampaikan kepada aparat penegak hukum.

    Di sisi lain, terdapat bantahan dan langkah somasi dari pihak yang merasa nama baiknya dirugikan. Abd. Aziz menilai situasi tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi pertarungan saling melaporkan, tetapi perlu diarahkan pada pemeriksaan fakta dan bukti secara objektif.

    Ia juga mengingatkan bahwa setiap pihak memiliki hak untuk mempertahankan kehormatan dan nama baik. Menurutnya, penyampaian kritik untuk kepentingan organisasi perlu dibedakan dari tuduhan yang tidak memiliki dasar faktual. Karena itu, konteks, substansi, maksud, dan cara suatu pernyataan disampaikan perlu diperiksa secara cermat.

    Abd. Aziz mengusulkan sejumlah langkah untuk meredakan polemik tersebut. Salah satunya adalah mempertemukan para pihak dalam forum klarifikasi yang kredibel, sehingga setiap tuduhan dapat dijelaskan secara spesifik dan diuji berdasarkan bukti yang tersedia.

    Selain itu, ia mendorong Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama panitia Muktamar menunjuk auditor independen untuk memeriksa aspek keuangan penyelenggaraan Muktamar. Pemeriksaan tersebut, menurutnya, perlu mencakup penerimaan, sumber pembiayaan, pengeluaran, pembayaran kepada pihak ketiga, serta transaksi yang berkaitan dengan proses Muktamar.

    Ia berpandangan bahwa keterbukaan dokumen perlu tetap memperhatikan privasi dan ketentuan hukum. Namun, hasil audit dan mekanisme pertanggungjawabannya harus dapat diketahui secara transparan.

    Usulan lainnya adalah pembentukan Tim Klarifikasi dan Integritas Muktamar yang melibatkan unsur Syuriyah, ahli hukum, auditor profesional, tokoh NU lintas kelompok, serta unsur etik yang tidak memiliki konflik kepentingan. Tim tersebut diharapkan dapat memeriksa apakah terdapat pemberian uang, tujuan pemberian, sumber dana, penerima, serta kemungkinan pengaruhnya terhadap keputusan atau pilihan peserta Muktamar.

    Abd. Aziz juga menekankan pentingnya membedakan ranah etik-keagamaan, organisatoris, dan pidana. Menurutnya, istilah risywah tidak serta-merta identik dengan tindak pidana suap. Penilaian harus mempertimbangkan tujuan pemberian, penerima, kaitannya dengan keputusan yang hendak dipengaruhi, serta unsur hukum yang relevan.

    Meski demikian, ia mengingatkan agar persoalan internal organisasi tidak dijadikan alasan untuk menghindari proses hukum apabila ditemukan bukti yang memadai mengenai dugaan tindak pidana.

    Dalam jangka panjang, Abd. Aziz mendorong PBNU membangun sistem pencegahan untuk Muktamar berikutnya. Sistem tersebut antara lain mencakup larangan pemberian imbalan untuk memengaruhi pilihan, deklarasi konflik kepentingan, pelaporan penerimaan dan pengeluaran, kanal pengaduan yang aman, perlindungan bagi pelapor beritikad baik, serta sanksi organisasi yang jelas dan proporsional.

    Ia juga menilai mekanisme pertanggungjawaban keuangan dan pemilihan dalam Muktamar perlu ditata ulang agar setiap penggunaan dana memiliki jejak administrasi dan setiap peserta dapat menentukan pilihan tanpa tekanan atau iming-iming.

    Kepemimpinan Baru Dinilai Memiliki Peran Penting

    Abd. Aziz menilai polemik tersebut menjadi ujian awal bagi kepemimpinan baru NU, yakni Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Kiai Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

    Menurutnya, kepemimpinan baru memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa NU mampu menangani konflik melalui prinsip keilmuan, akhlak, penegakan hukum, dan tata kelola organisasi yang baik.

    Ia menegaskan bahwa pemulihan nama baik, penjatuhan sanksi internal, maupun penanganan melalui aparat penegak hukum harus didasarkan pada hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Jika tuduhan tidak terbukti, nama baik pihak yang dirugikan perlu dipulihkan. Apabila ditemukan pelanggaran etik atau organisatoris, mekanisme internal dapat dijalankan. Sementara itu, dugaan tindak pidana yang didukung bukti memadai perlu ditangani melalui proses hukum yang independen.

    Abd. Aziz mengajak seluruh pihak, termasuk pihak yang menyampaikan dugaan, mereka yang merasa dirugikan, PBNU, dan panitia Muktamar, untuk menghentikan eskalasi polemik serta mengutamakan tabayun, klarifikasi, audit independen, dan mediasi.

    Ia menilai pelaporan kepada kepolisian tetap merupakan hak setiap warga negara apabila diperlukan. Namun, penyelesaian melalui jalur hukum tidak seharusnya menjadi satu-satunya pilihan sebelum mekanisme klarifikasi dan penyelesaian internal yang kredibel ditempuh.

    Abd. Aziz berharap polemik dugaan risywah dalam Muktamar ke-35 NU dapat menjadi momentum pembenahan tata kelola organisasi, bukan sumber perpecahan. Ia mendorong terciptanya mekanisme Muktamar yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas, sekaligus menjamin bahwa kritik, kehormatan individu, dan penegakan hukum memperoleh tempat yang semestinya.

    Siaran pers tersebut ditutup dengan ajakan agar seluruh elemen NU mengedepankan tabayun, memperbaiki kekeliruan, menegakkan aturan, dan mencari penyelesaian yang bermartabat demi menjaga marwah organisasi.

     

    Penulis: Kont. Jakarta

    Editor: A.M. Roz

     

    Share to

    Related News

    Wakil Rais ‘Aam PBNU Kunjungi Prak...

    by • Nov 01 2026

    Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhajir, mengunjungi kedia...

    Meja Kopi Menteri Agama dan Pesan Pentin...

    by • Okt 30 2026

    Pentingnya dialog, etika kepemimpinan, dan peran agama dalam menjaga persatuan bangsa menjadi sorota...

    Abd. Aziz Desak KPK Tak Tebang Pilih dal...

    by • Okt 28 2026

    Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Abd. Aziz, mendesak peneg...

    Sumpah Pemuda Harus Jadi Momentum Perang...

    by • Okt 28 2026

    Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Abd. Aziz, mengajak seluruh elemen bangsa ...

    Gus Ipul dan Gus Lilur Berhadapan di Jal...

    by • Okt 18 2026

    Polemik antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawy (Gus ...

    Dari Kontroversi Ijazah ke Pemakzulan, A...

    by • Okt 13 2026

    Abd. Aziz menegaskan bahwa wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus didasarkan ...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
    Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
    Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
    Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
    Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
    Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
    Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
    Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
    Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
    Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
    Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
    Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
    Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
    Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
    Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
    Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
    Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
    Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
    Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
    Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
    Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
    Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
    Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
    Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
    Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
    Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
    Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
    Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
    Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
    Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam