Peristiwa, Blits News – Direktur P2NOT (Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang), Zamrud Khan, mengungkapkan keprihatinannya atas penemuan sabu-sabu seberat total 38 kilogram di perairan laut Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Zamrud mengungkapkan, penemuan awal sebanyak 35 kilogram dilakukan pada hari sebelumnya oleh masyarakat yang langsung melaporkannya melalui Koramil setempat dan dikoordinasikan dengan Polsek Masalembu.
“Hari ini, masyarakat kembali menyerahkan tambahan sekitar 3 kilogram sabu. Apakah berat pastinya sudah melalui proses penimbangan atau belum, biarlah nanti pihak kepolisian yang merilis secara resmi,” ujarnya kepada blitsnews.id, Sabtu (1/6/25).
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat berpengaruh terhadap penemuan barang haram ini.
“Kesadaran masyarakat di Kecamatan Masalembu sangat tinggi. Tanpa mereka, barang ini mungkin tidak akan ditemukan. Ini menunjukkan ancaman nyata, bukan hanya untuk Sumenep, tapi juga untuk Madura dan Jawa Timur secara keseluruhan,” tegas Zamrud.
Ia menambahkan, temuan sabu senilai hampir Rp40 miliar ini membuka kemungkinan besar adanya jaringan narkotika yang jauh lebih luas.
“Apakah ini jaringan internasional, antar pulau, atau modus operandi baru, kita masih menunggu hasil investigasi dari kepolisian,” ujarnya.
Pihaknya juga menyoroti lemahnya pengawasan laut oleh aparat, khususnya di wilayah Polairud Jawa Timur.
“Ini alarm serius. Kita harus akui, ada kelemahan pengawasan di laut. Dan temuan ini tidak berasal dari operasi aparat, tapi dari laporan warga,” katanya dengan nada kritis.
Zamrud mendesak Polri, BNN Provinsi Jawa Timur, dan Pokda Jatim untuk segera mengungkap jaringan di balik penyelundupan sabu ini. Ia juga menyarankan agar nelayan atau masyarakat penemu sabu tersebut diberikan penghargaan.
“Mereka pahlawan. Sudah selayaknya diberi reward oleh institusi seperti Polri, BNN, maupun TNI. Tanpa mereka, 38 ribu nyawa bisa saja melayang, jika diasumsikan satu gram digunakan oleh satu orang,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Zamrud mengungkapkan harapannya yang tetap optimistis meski realistis.
“Saya berharap, insyaallah Indonesia bisa bebas narkoba. Meski kenyataannya, harapan itu ibarat jauh panggang dari api,” pungkasnya.
No comments yet.